ETNOMATEMATIKA PEMBUATAN KETUPAT DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI

HUSNUL HOTIMA, husnul ETNOMATEMATIKA PEMBUATAN KETUPAT DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI. ETNOMATEMATIKA PEMBUATAN KETUPAT DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI.

[thumbnail of 168420200151_HUSNUL HOTIMA_ETNOMATEMATIKA PEMBUATAN KETUPAT DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI.pdf] Text
168420200151_HUSNUL HOTIMA_ETNOMATEMATIKA PEMBUATAN KETUPAT DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN SINGOJURUH, BANYUWANGI.pdf

Download (9MB)

Abstract

Tradisi kupatan merupakan suatu bentuk tradisi yang umum dilakukan masyarakat
Banyuwangi di masa hari raya Idul Fitri. Tradisi kupatan tidak lepas dari makanan yang
biasa dihidangkan, yaitu ketupat. Penelitian ini dibatasi pada proses pembuatan kulit
ketupat hingga proses memasak ketupat bawang dan ketupat jawa. Tujuan dari penelitian
ini untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika pada pembuatan ketupat di
Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Informan dalam penelitian ini
dipilih tiga orang Ibu dari Desa Alasmalang dengan kriteria yang paham serta dapat
menjelaskan cara membuat ketupat dengan pengalaman minimal lima tahun. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah
reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), conclusion drawing/
verification.
Berdasarkan hasil dari mengeksplorasi etnomatematika, pada proses pembuatan
ketupat bawang dapat diidentifikasi konsep-konsep matematika diantaranya: (1) konsep
kedudukan dua garis yaitu garis sejajar, garis berhimpit, garis berpotongan; (2) konsep
sudut-sudut istimewa yaitu sudut lancip, sudut siku-siku, sudut tumpul; (3) konsep
geometri dua dimensi yaitu persegi. Sedangkan pada proses pembuatan ketupat jawa dapat
diiidentifikasi konsep-konsep matematika diantaranya: (1) konsep kedudukan dua garis
yaitu garis sejajar, garis berhimpit, garis berpotongan; (2) konsep sudut-sudut istimewa
yaitu sudut lancip, sudut siku-siku, sudut tumpul; (3) konsep geometri dua dimensi yaitu
persegi. Proses memasak ketupat bawang dan ketupat jawa menggunakan panci yang
terdapat konsep matematika geometri tiga dimensi yaitu tabung. Pada hasil pembuatan
ketupat bawang dapat diidentifikasi konsep-konsep matematika diantaranya: (1) geometri
dua dimensi yaitu segiempat tidak beraturan; (2) geometri tiga dimensi yaitu bangun ruang
tidak beraturan; (3) konsep sudut-sudut istimewa yaitu sudut lancip, sudut tumpul; (4)
konsep penentuan volume. Sedangkan pada hasil pembuatan ketupat jawa dapat
diiidentifikasi konsep-konsep matematika diantaranya: (1) konsep geometri dua dimensi
yaitu belah ketupat; (2) geometri tiga dimensi yaitu prisma segiempat; (3) konsep
penentuan volume; (4) konsep sudut-sudut istimewa yaitu sudut lancip, sudut tumpul.

Item Type: Article
Subjects: Skripsi
Divisions: H. Skripsi
Depositing User: perpus perpustakaan unibabwi
Date Deposited: 03 Feb 2022 02:39
Last Modified: 03 Feb 2022 02:39
URI: http://repository.unibabwi.ac.id/id/eprint/550

Actions (login required)

View Item View Item