SANG VETERAN MENGGALI INGATAN MENGUNGKAP KISAH

Miskawi, Miskawi (2021) SANG VETERAN MENGGALI INGATAN MENGUNGKAP KISAH. Pertama ed. Inti Karya Aksara. ISBN 976-62398401-5-0

[thumbnail of MISKAWI_SANG VETERAN.pdf] Text
MISKAWI_SANG VETERAN.pdf

Download (10MB)
[thumbnail of 1. peer review Sang Veteran.pdf] Text
1. peer review Sang Veteran.pdf

Download (659kB)

Abstract

Buku Berjudul : Sang Veteran : Menggali ingatan
mengungkap kisah ini digagas pelaku sejarah dalam
perjuangan dan membela kemerdekaan yang masih hidup
tepatnya di Ujung Timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Jumlah
veteran bukan semakin banyak melainkan semakin sedikit.
Banyak kisah-kisah heroik saat menjalankan operasi. Jasa
jasa beliau amatlah besar sehingga kita bisa menikmati
kemerdekaan kita saat ini.
Sejarah lisan sebagai metode tunggal dalam buku ini.
Banyak sekali permasalahan sejarah, bahkan dalam zaman
modern ini yang tidak tertangkap dalam dokumen-dokumen.
Dokumen hanya menjadi saksi dari kejadian-kejadian penting
menurut kepentingan pembuat dokumen dan zamannya,
tetapi tidak melestarikan kejadian-kejadian individual
dan yang unik yang dialami oleh pelaku sejarah. Menurut
Kuntowijoyo bahwa minat dan perhatian sejarawan akan
berbeda dengan minat dan perhatian pembuat dokumen
sehingga sejarawan masih harus mencari sendiri cara untuk
mendapatkan keterangan, dengan teknik wawancara yang
benar keabsahan keterangan-keterangan lisan pun dapat
dipertanggungjawabkan. Morrison juga menegaskan jika
berbagai keunikan inilah yang menjadi keunggulan dari
sejarah lisan yaitu dimana sejarah lisan mampu menangkap
feeling, ekspresi, dan nuansa bahasa (dialek) yang tidak
tertangkap dalam dokumentasi sejarah.
Sejarah lisan sebagai sebuah metode dan sebagai
penyediaan sumber, sejarah lisan mempunyai sumbangan
yang besar dalam mengembangkan substansi penulisan
sejarah. Pertama, dengan sifatnya yang kontemporer sejarah
lisan memberikan kemungkinan yang hampir tak terbatas
untuk menggali sejarah dari pelaku-pelakunya. Kedua,
sejarah lisan dapat mencapai pelaku-pelaku sejarah yang
tidak disebutkan dalam dokumen. Dengan kata lain, dapat
mengubah citra sejarah yang elitis kepada citra sejarah yang
egalitarian. Ketiga, sejarah lisan memungkinkan perluasan
permasalahan sejarah, karena sejarah tidak lagi dibatasi
kepada adanya dokumen tertulis.
Historiografi perlu memberikan tempat bagi kisah-kisah
tokoh tingkat lokal. Selama ini banyak penulisan sejarah
dalam buku teks masih diwarnai dengan kisah-kisah heroisme
yang lebih bermakna politik, kisah-kisah big man daripada
estetik dan etis. Konstruksi pengetahuan semacam itu telah
membunuh kiprah tokoh lain yang juga memiliki jasa dalam
membangun Indonesia.
Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama membahas
sejarah legium veteran Republik Indonesia. Bab dua membahas
peristiwa-peristiwa sejarah Indonesia yang menjadi catatan
penting yang mengungkap berbagai peristiwa keveteranan
yang terjadi di era perang kemerdekaan. Berlanjut pasca
kemerdekaan dalam berbagai operasi yaitu, Operasi Trikora,
Operasi Dwikora dan Operasi Seroja. Juga ada catatan tentang
peran Pasukan Indonesia (Pasukan Garuda) dalam Misi
Perdamaian PBB.
Bab tiga menggali memori mengungkap kisah keveteran￾an. Bab ini menggali kisah sejarah lisan para veteran di
Banyuwangi yang terdiri dari veteran pejuang kemerdekaan
Republik Indonesia, veteran pembela kemerdekaan dan veteran
Perdamaian. Banyak kisah-kisah heroik yang disampaikan
dalam karya tulisan ini. Selama ini banyak karya buku sejarah
dalam dominasi orang-orang besar dalam narasi sejarah
Indonesia, sejarah berkutat dengan kisah-kisah big man.
Bab empat membahas kisah dari keluarga veteran baik
istri dan putra-putrinya. Jarang sekali melihat beberapa karya
hubungannya dengan perjuangan melibatkan dari perspekif
istri dan putra putrinya atau keluarganya. Pembahasan diawali
dari awal pernikahan, ketika negara memaggilnya, kesetiaan
dan pengorbanan, Bendera setengah tiang dan sudat pandang
putra dan putrinya tentang orang tuanya sebagai veteran.
Bab kelima Keveteranan: kepahlawanan dan Pendidikan
Karakter membahas, Pahlawan nasional, Krisis Kepahlawanan,
Nilai-Nilai Kepahlawan, Internalisasi dalam pendidikan
karekater, Peran orang tua dan guru dalam penaman karakter.
Sisi positif dalam buku ini mengajak para pembaca
menyelami kisah perjuangan sehingga mampu membuat
para pembacanya seakan merasakan langsung peristiwa
yang terjadi di masa lampau. Perjuangan tanpa mengenal
lelah yang disertai dengan kesadaran tentang arti penting
memelihara persatuan dan kesatuan di dalam kerangka NKRI
dapat dirasakan sampai saat ini.

Item Type: Book
Subjects: Buku
Peer Review
Divisions: B. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Depositing User: perpus perpustakaan unibabwi
Date Deposited: 17 Jan 2022 01:50
Last Modified: 24 Feb 2022 07:04
URI: http://repository.unibabwi.ac.id/id/eprint/535

Actions (login required)

View Item View Item